PENYELIDIKAN ILMIAH
Kompetensi
Dasar :
1.
1. Merencanakan penyelidikan ilmiah dalam bidang biologi.
Indikator :
|
§
Menetapkan bentuk penyelidikan
§
Merumuskan tujuan penyelidikan
§
Menentukan langkah-langkah kerja
dan cara mengumpulkan data
§
Menyusun hipotesis
§
Menetapkan variabel termasuk yang
dikendalikan dan variabel bebas
§
Menetapkan instrumen yang sesuai
dengan tujuan penelitian.
§
Menetapkan cara memperoleh data
yang sesuai
§
Menetapkan cara menganalisis data.
|
Petunjuk belajar
:
1.
Bacalah materi tentang Penelitin
Ilmiah di bawah ini. Agar pengetahuan tentang penelitian ilmiah dapat lebih
anda fahami, anda dapat mempelajarinya dari buku literatur yang membahas
tentang penelitian ilmiah atau metoda ilmiah di perpustakaan.
2.
Kerjakan LPKS sesuai dengan
petunjuk.
3.
Apabila anda menemukan kesulitan
dalam mengerjakan kegiatan ini mintalah petunjuk kepada guru.
Informasi :
Biologi amat dekat dengan kehidupan kita, dan
diperlukan oleh siapapun untuk kehidupannya. Dengan demikian ilmu biologi
sangat berguna dalam meningkatkan kesejahteraan hidup manusia.
Pelajaran biologi bukanlah pelajaran yang sulit.
Tetapi akan menjadi pelajaran yang menarik apabila kita mengetahui dan memahami
cara mempelajarinya. Untuk belajar biologi diperlukan suatu proses atau
kegiatan ilmiah, seperti halnya yang biasa dilakukan para ilmuan. Karena dengan
kegiatan ilmiah, pengetahuan tentang biologi yang sesungguhnya akan benar-benar
dapat anda pahami. Selain itu dalam belajar biologi anda harus memiliki sikap ilmiah,
antara lain bersikap jujur, obyektif, percaya diri, memiliki rasa ingin tahu,
teliti, serta menghargai pendapat orang lain.
Kegiatan ilmiah yang dapat dilakukan dalam
pembelajaran biologi antara lain ; merencanakan penyelidikan ilmiah,
melaksanakan penyelidikan ilmiah, mengkomunikasikan hasil penyelidikan ilmiah,
serta sikap ilmiah.
A. Merencanakan
Penyelidikan Ilmiah dalam Bidang Biologi
Kemampuan
merencanakan dan melakukan penyelidikan merupakan keterampilan yang mutlak
harus dilatih dan dikembangkan dalam pembelajaran biologi. Ketika anda
mempelajari suatu topik biologi akan tersirat suatu masalah yang jawabannya
harus dibuktikan melalui penyelidikan. Untuk itu anda dituntut untuk
merencanakan suatu penyelidikan. Beberapa hal yang harus anda tentukan dalam
merencanakan suatu penyelidikan antara lain :
1.
Menetapkan judul penyelidikan
Judul
penyelidikan berfungsi sebagai nama dan sekaligus identitas penyelidikan yang
akan dicantumkan di dalam berbagai dokumen. Judul penyelidikan hendaknya dibuat
ringkas dan spesifik, cukup jelas untuk memberi gambaran mengenai masalah yang
diteliti.
Misalnya, Pengaruh
abu sisa pembakaran jerami/sekam
terhadap pertumbuhan jegung umur 10 s.d 20 hari
2.
Merumuskan Masalah
Masalah adalah sesuatu yang harus diteliti dan
dicari jawabannya. Merumuskan masalah penyelidikan merupakan satu langkah
paling sulit dalam proses penyelidikan. Penyelidikan eksperimen harus memiliki
rumusan masalah, sedangkan penyelidikan pengamatan harus memiliki pertanyaan penyelidikan.
Penyelidikan tentang pengaruh
abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung merupakan
penyelidikan eksperimen. Sehingga rumusan masalah diformulasikan sebagai
hubungan antara variable manipulasi (
jumlah abu sisa pembakaran jerami/sekam yang diberikan ) dan variable respon
(pertumbuhan jagung) misalnya rumusan masalah berbunyi :
Adakah pengaruh
abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung umur 10 – 20
hari..
3. Menetapkan bentuk dan metode penyelidikan
Pada
prinsipnya bagian metode penyelidikan menguraikan bagaimana caranya
melaksanakan penyelidikan tersebut, mulai dari menentukan difinisi populasi dan
sample, variabel dan operaional variable, prosedur pengumpulan data, dan
analisis data. Berdaskan tujuannya, terdapat dua bentuk atau metode
penyelidikan yang dapat digunakan dalam mempelajari biologi, yaitu pengamatan
dan eksperimen. Penyelidikan pengamatan dapat bertujuan untuk menguraikan atau
mendeskripsikan suatu gejala atau objek. Adapun penyelidikan eksperimen dapat
bertujuan untuk menerangkan suatu gejala atau menguji hipotesis atau dugaan.
4.
Menetapkan Tujuan Penyelidikan
Tujuan
penyelidikan dirumuskan dengan mengacu kepada rumusan masalah atau pertanyaan
penyelidikan yang diajukan. Sebagai contoh, pada penyelidikan tentang pengaruh
jumlah abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung, tujuan
penyelidikan berbunyi :
Untuk mengetahui
pengaruh abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung umur
10-20 hari.
5.
Menyusun Hipotesis.
Hipotesis
pada dasarnya merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang diajukan.
Hipotesis disusun berdassarkan teori yang diuraikan pada tinjuan pustaka,
sehingga bersifat teoritis. Hipotesis itulah yang kan dibuktikan keberlakuannya
melalui data yang dikumpulkan dalam penyelidikan yang bersangkutan.
Rumusan
hipotesis pada umumnnya berupa pertanyaan yang menjawab kalimat Tanya pada
rumusan masalah. Sebagai contoh, bertolak dari rumusan masalah : Adakah
pengaruh abu sisa pembakaran jerami/sekam
terhadap pertumbuhan jagung umur
10 s.d 20 hari, maka hipotesisnya dapat berbunyi :
Terdapat pengaruh
positif dari abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung umur
10 s.d 20 hari.
Tidak
semua jenis penyelidikan memiliki
hipotesis. Hipotesis pada umumnya hanya terdapat pada penyelidikan eksperimen
atau kausal komparatif, penyelidikan deskriptif dan kuantitatif pada umumnya
tidak memiliki hipoptesis.
6.
Identifikasi Variabel Penyelidikan.
Dalam
merencanakan suatu penyelidikan kita harus memperhatikan faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap hasil suatu penyelidikan. Terdapat tiga jenis variabel
yang harus diidentifikasi dalam melaksanakan suatu penyelidikan, yaitu variabel
kontrol, variabel manipulasi, dan variabel respon. Variabel kontrol adalah
faktor-faktor yang harus dijaga agar tetap sama, sehingga tidak berpengaruh
terhadap hasil penyelidikan. Variabel manipulasi adalah faktor yang secara
sengaja diubah sehingga akan berpengaruh terhadap hasil penyelidikan. Adapun
variabel respon adalah hasil dari penyelidikan akibat pengaruh dari variabel
manipulasi. Mengidentifikasi variable penyelidikan harus dilakukan secara
komprenhensif dan tetap mengacu pada rumusan masalah. Pada penyelidikan tentang
pengaruh abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung umur
10-20 hari. Salah satu kemungkinan hasil identifikasi variable adalah sebagai
berikut :
Variabel
manipulasi
|
:
|
Abu sisa
pembakaran jerami/sekam yang diberikan
|
Variabel Respon
|
:
|
Kecepatan
pertumbuhan jagung
|
Variabel
Kontrol
|
:
|
Varietas
jagung, jenis tanah, banyak air yang disiramkan, intensitas sinar, suhu udara
, dan kelembaban tanah.
|
7.
Menentukan instrumen yang diperlukan
untuk melakukan penyelidikan.
Dengan menetapkan rumusan masalah dan tujuan
penyelidikan, misalnya pada penyelidikan untuk mengetahui pengaruh abu sisa
pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung umur 10–20 hari. Alat dan
bahan yang diperlukan adalah 3 buah pot atau wadah, biji jagung, tanah, air dan
pupuk. .
8.
Menentukan urutan atau
langkah-langkah kerja dan cara mengumpulkan data.
Setelah merumuskan tujuan penyelidikan, definisi
operasional variable, dan instrumen atau alat yang diperlukan, dilanjutkan
dengan menentukan menentukan langkah-langkah atau prosedur penyelidikan.
Berdasarkan rumusan masalah tentang penyelidikan pengartuh abu sisa pembakaran
jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung. Berikut ini salah satu kemungkinan
rancangan yang dapat diajukan :
1.
Menyiapkan 3 buah pot atau wadah
berukuran besar (polybag ukuran 2 kg) yang telah diisi tanah gembur. Beri label
A, B dan C pada masing-masing pot.
2.
Tanamlah ke dalam pot A, B dan C
benih biji jagung yang siap tanam, berasal dari tongkol yang sama dan memiliki
ukuran yang sama. Masing-masing pot berisi 5 biji jagung.
3.
Simpan ke tiga pot pada tempat yang
tidak langsung terkena cahaya matahari.
4.
Siramlah tanaman dalam pot sampai
biji jagung berkecambah.
5.
Setelah semua biji jagung dalam pot
tumbuh, pindahkan semua pot ke tempat yang cukup cahaya, serta memiliki suhu
dan kelembaba yang sama.
6.
Selanjutnya berikan perlakuan
seperti berikut :
Kelompok
A
|
:
|
Perlakuan tanpa pemberian abu sisa
pembakaran sekam/jerami. Jadi jagung ditanam tanpa diberi pupuk
|
Kelompok
B
|
:
|
Perlakuan dengan pemberian abu sisa pembakaran
jerami/ sekam 5 gram/batang
|
Kelompok
C
|
:
|
Perlakuan dengan pemberian abu sisa pembakaran
jerami/ sekam 10 gram/batang
|
7.
Lakukan pengamatan terhadap
pertumbuhan jagung dalam pot A sampai dengan C.
Catat hasil pengmatan ke dalam tabel pengamatan
9.
Menentukan Populasi dan Sampel.
Populasi ialah seluruh anggota kelompok subyek penelitian
atau kelompok subyek dimana sekumpulan akan digeneralisasikan. Dalam latihan
ini populasi adalah semua jenis varietas jagung. Sampel ialah bagian anggota
populasi yang mewakili populasi, pada latihan ini varietas jagung menjadi varibael kontrol. Dengan demikian hanya satu
variable yang diteliti, misalnya variates “ hibrida”. Jadi sample
penyelidikan adalah 3 x 5 batang jagung
varietas hibrida.
10. Menetapkan Cara Memperoleh Data
Tujuan dari kegiatan
penyelidikan adalah mengumpulkan data. Data yang diperoleh dapat beripa data
kualitatif atau kuantitatif. Warna, bau, kasar, halus, panas, dingin, merupakan
contoh data yang bersifat kualitatif. Adapun ukuran, berat, suhu, merupakan
data yang bersifat kuantitatif. Data ini diperoleh dari hasil pengukuran yang
menggunakan alat ukur. Berdasarkan tujuan penyelidikan tentang pengaruh abu
sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung, apakah data yang
dkumpulkan bersifat kualitatif atau kuantitatif?
11. Merancang Analisis Data.
Analisis data adalah cara mengolah data penyelidikan
sehingga dapat membuktikan berlaku tidaknya hipotesis yang diajukan. Rancangan
analisis data yang dibuat harus mengacu pada hipotesis kemudian dibuat skala
datanya. Pada latihan ini analisis data yang mungkin dilakukan adalah mencari
nilai rata-rata pertumbuhan jagung pada tiap-tiap perlakuan, kemudian
membandingkan antara hasil satu perlakuan dengan perlakuan lain.
Data hasil pengamatan pada penyelidikan pengaruh abu
sisa pembakaran sekam/jerami terhadap pertumbuhan jagung dapat dibuat seperti
pada tabel berikut:
File pada link di atas disimpan di Google Drive.
Demikianlah pembahasan tentang Penyelidikan Ilmiah. Mudah-mudahan bermanfaat.
Lihat juga contoh file lainnya pada daftar file berdasarkan label di bawah ini.
Loading...
Posting Komentar