0
LEMBAR KEGIATAN PEMBELAJARAN SISWA
PENYELIDIKAN ILMIAH

Kompetensi Dasar :
1. 1. Merencanakan penyelidikan ilmiah dalam bidang biologi.

Indikator :

§   Menetapkan bentuk penyelidikan
§   Merumuskan tujuan penyelidikan
§   Menentukan langkah-langkah kerja dan cara mengumpulkan data
§   Menyusun hipotesis
§   Menetapkan variabel termasuk yang dikendalikan dan variabel bebas
§   Menetapkan instrumen yang sesuai dengan tujuan penelitian.
§   Menetapkan cara memperoleh data yang sesuai
§   Menetapkan cara menganalisis data.

Petunjuk belajar :
1.       Bacalah materi tentang Penelitin Ilmiah di bawah ini. Agar pengetahuan tentang penelitian ilmiah dapat lebih anda fahami, anda dapat mempelajarinya dari buku literatur yang membahas tentang penelitian ilmiah atau metoda ilmiah di perpustakaan.
2.       Kerjakan LPKS sesuai dengan petunjuk.
3.       Apabila anda menemukan kesulitan dalam mengerjakan kegiatan ini mintalah petunjuk kepada guru.

Informasi :
Biologi amat dekat dengan kehidupan kita, dan diperlukan oleh siapapun untuk kehidupannya. Dengan demikian ilmu biologi sangat berguna dalam meningkatkan kesejahteraan hidup manusia.
Pelajaran biologi bukanlah pelajaran yang sulit. Tetapi akan menjadi pelajaran yang menarik apabila kita mengetahui dan memahami cara mempelajarinya. Untuk belajar biologi diperlukan suatu proses atau kegiatan ilmiah, seperti halnya yang biasa dilakukan para ilmuan. Karena dengan kegiatan ilmiah, pengetahuan tentang biologi yang sesungguhnya akan benar-benar dapat anda pahami. Selain itu dalam belajar biologi anda harus memiliki sikap ilmiah, antara lain bersikap jujur, obyektif, percaya diri, memiliki rasa ingin tahu, teliti, serta menghargai pendapat orang lain.
Kegiatan ilmiah yang dapat dilakukan dalam pembelajaran biologi antara lain ; merencanakan penyelidikan ilmiah, melaksanakan penyelidikan ilmiah, mengkomunikasikan hasil penyelidikan ilmiah, serta sikap ilmiah.

A.    Merencanakan Penyelidikan Ilmiah dalam Bidang Biologi
Kemampuan merencanakan dan melakukan penyelidikan merupakan keterampilan yang mutlak harus dilatih dan dikembangkan dalam pembelajaran biologi. Ketika anda mempelajari suatu topik biologi akan tersirat suatu masalah yang jawabannya harus dibuktikan melalui penyelidikan. Untuk itu anda dituntut untuk merencanakan suatu penyelidikan. Beberapa hal yang harus anda tentukan dalam merencanakan suatu penyelidikan antara lain :

1.       Menetapkan judul penyelidikan
Judul penyelidikan berfungsi sebagai nama dan sekaligus identitas penyelidikan yang akan dicantumkan di dalam berbagai dokumen. Judul penyelidikan hendaknya dibuat ringkas dan spesifik, cukup jelas untuk memberi gambaran mengenai masalah yang diteliti.  
Misalnya, Pengaruh abu sisa pembakaran jerami/sekam  terhadap pertumbuhan jegung umur 10 s.d 20 hari

2.       Merumuskan Masalah
Masalah adalah sesuatu yang harus diteliti dan dicari jawabannya. Merumuskan masalah penyelidikan merupakan satu langkah paling sulit dalam proses penyelidikan. Penyelidikan eksperimen harus memiliki rumusan masalah, sedangkan penyelidikan pengamatan  harus memiliki pertanyaan penyelidikan.
Penyelidikan tentang pengaruh abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung merupakan penyelidikan eksperimen. Sehingga rumusan masalah diformulasikan sebagai hubungan antara variable  manipulasi ( jumlah abu sisa pembakaran jerami/sekam yang diberikan ) dan variable respon (pertumbuhan jagung) misalnya rumusan masalah berbunyi :
Adakah pengaruh abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung umur 10 – 20 hari..

3.     Menetapkan bentuk dan metode penyelidikan
Pada prinsipnya bagian metode penyelidikan menguraikan bagaimana caranya melaksanakan penyelidikan tersebut, mulai dari menentukan difinisi populasi dan sample, variabel dan operaional variable, prosedur pengumpulan data, dan analisis data. Berdaskan tujuannya, terdapat dua bentuk atau metode penyelidikan yang dapat digunakan dalam mempelajari biologi, yaitu pengamatan dan eksperimen. Penyelidikan pengamatan dapat bertujuan untuk menguraikan atau mendeskripsikan suatu gejala atau objek. Adapun penyelidikan eksperimen dapat bertujuan untuk menerangkan suatu gejala atau menguji hipotesis atau dugaan.

4.     Menetapkan Tujuan Penyelidikan
Tujuan penyelidikan dirumuskan dengan mengacu kepada rumusan masalah atau pertanyaan penyelidikan yang diajukan. Sebagai contoh, pada penyelidikan tentang pengaruh jumlah abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung, tujuan penyelidikan berbunyi :
Untuk mengetahui pengaruh abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung umur 10-20 hari.

5.     Menyusun Hipotesis.
Hipotesis pada dasarnya merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang diajukan. Hipotesis disusun berdassarkan teori yang diuraikan pada tinjuan pustaka, sehingga bersifat teoritis. Hipotesis itulah yang kan dibuktikan keberlakuannya melalui data yang dikumpulkan dalam penyelidikan yang bersangkutan.
Rumusan hipotesis pada umumnnya berupa pertanyaan yang menjawab kalimat Tanya pada rumusan masalah. Sebagai contoh, bertolak dari rumusan masalah : Adakah pengaruh abu sisa pembakaran jerami/sekam  terhadap  pertumbuhan jagung umur 10 s.d 20 hari, maka hipotesisnya dapat berbunyi :
Terdapat pengaruh positif dari abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung umur 10 s.d 20 hari.
Tidak semua jenis penyelidikan  memiliki hipotesis. Hipotesis pada umumnya hanya terdapat pada penyelidikan eksperimen atau kausal komparatif, penyelidikan deskriptif dan kuantitatif pada umumnya tidak memiliki hipoptesis.

6.     Identifikasi Variabel Penyelidikan.
Dalam merencanakan suatu penyelidikan kita harus memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hasil suatu penyelidikan. Terdapat tiga jenis variabel yang harus diidentifikasi dalam melaksanakan suatu penyelidikan, yaitu variabel kontrol, variabel manipulasi, dan variabel respon. Variabel kontrol adalah faktor-faktor yang harus dijaga agar tetap sama, sehingga tidak berpengaruh terhadap hasil penyelidikan. Variabel manipulasi adalah faktor yang secara sengaja diubah sehingga akan berpengaruh terhadap hasil penyelidikan. Adapun variabel respon adalah hasil dari penyelidikan akibat pengaruh dari variabel manipulasi. Mengidentifikasi variable penyelidikan harus dilakukan secara komprenhensif dan tetap mengacu pada rumusan masalah. Pada penyelidikan tentang pengaruh abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung umur 10-20 hari. Salah satu kemungkinan hasil identifikasi variable adalah sebagai berikut :


Variabel manipulasi
:
Abu sisa pembakaran jerami/sekam yang diberikan
Variabel Respon
:
Kecepatan pertumbuhan jagung
Variabel Kontrol
:
Varietas jagung, jenis tanah, banyak air yang disiramkan, intensitas sinar, suhu udara , dan kelembaban tanah.

7.       Menentukan instrumen yang diperlukan untuk melakukan penyelidikan.
Dengan menetapkan rumusan masalah dan tujuan penyelidikan, misalnya pada penyelidikan untuk mengetahui pengaruh abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung umur 10–20 hari. Alat dan bahan yang diperlukan adalah 3 buah pot atau wadah, biji jagung, tanah, air dan pupuk. . 

8.       Menentukan urutan atau langkah-langkah kerja dan cara mengumpulkan data.
Setelah merumuskan tujuan penyelidikan, definisi operasional variable, dan instrumen atau alat yang diperlukan, dilanjutkan dengan menentukan menentukan langkah-langkah atau prosedur penyelidikan. Berdasarkan rumusan masalah tentang penyelidikan pengartuh abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung. Berikut ini salah satu kemungkinan rancangan yang dapat diajukan :
1.         Menyiapkan 3 buah pot atau wadah berukuran besar (polybag ukuran 2 kg) yang telah diisi tanah gembur. Beri label A, B dan C pada masing-masing pot.
2.         Tanamlah ke dalam pot A, B dan C benih biji jagung yang siap tanam, berasal dari tongkol yang sama dan memiliki ukuran yang sama. Masing-masing pot berisi 5 biji jagung.
3.         Simpan ke tiga pot pada tempat yang tidak langsung terkena cahaya matahari.
4.         Siramlah tanaman dalam pot sampai biji jagung berkecambah.
5.         Setelah semua biji jagung dalam pot tumbuh, pindahkan semua pot ke tempat yang cukup cahaya, serta memiliki suhu dan kelembaba yang sama.
6.         Selanjutnya berikan perlakuan seperti berikut :
Kelompok A
:
Perlakuan tanpa pemberian abu sisa pembakaran sekam/jerami. Jadi jagung ditanam tanpa diberi pupuk
Kelompok B
:
Perlakuan  dengan pemberian abu sisa pembakaran jerami/ sekam 5 gram/batang
Kelompok C
:
Perlakuan  dengan pemberian abu sisa pembakaran jerami/ sekam 10 gram/batang







7.         Lakukan pengamatan terhadap pertumbuhan jagung dalam pot A sampai dengan C.  Catat hasil pengmatan ke dalam tabel pengamatan

9.       Menentukan Populasi dan Sampel.
Populasi ialah seluruh anggota kelompok subyek penelitian atau kelompok subyek dimana sekumpulan akan digeneralisasikan. Dalam latihan ini populasi adalah semua jenis varietas jagung. Sampel ialah bagian anggota populasi yang mewakili populasi, pada latihan ini varietas jagung menjadi  varibael kontrol. Dengan demikian hanya satu variable yang diteliti, misalnya variates “ hibrida”. Jadi sample penyelidikan  adalah 3 x 5 batang jagung varietas hibrida.

10. Menetapkan Cara Memperoleh Data
                Tujuan dari kegiatan penyelidikan adalah mengumpulkan data. Data yang diperoleh dapat beripa data kualitatif atau kuantitatif. Warna, bau, kasar, halus, panas, dingin, merupakan contoh data yang bersifat kualitatif. Adapun ukuran, berat, suhu, merupakan data yang bersifat kuantitatif. Data ini diperoleh dari hasil pengukuran yang menggunakan alat ukur. Berdasarkan tujuan penyelidikan tentang pengaruh abu sisa pembakaran jerami/sekam terhadap pertumbuhan jagung, apakah data yang dkumpulkan bersifat kualitatif atau kuantitatif?

11. Merancang Analisis Data.
Analisis data adalah cara mengolah data penyelidikan sehingga dapat membuktikan berlaku tidaknya hipotesis yang diajukan. Rancangan analisis data yang dibuat harus mengacu pada hipotesis kemudian dibuat skala datanya. Pada latihan ini analisis data yang mungkin dilakukan adalah mencari nilai rata-rata pertumbuhan jagung pada tiap-tiap perlakuan, kemudian membandingkan antara hasil satu perlakuan dengan perlakuan lain.
Data hasil pengamatan pada penyelidikan pengaruh abu sisa pembakaran sekam/jerami terhadap pertumbuhan jagung dapat dibuat seperti pada tabel berikut:



File pada link di atas disimpan di Google Drive.

Demikianlah pembahasan tentang . Mudah-mudahan bermanfaat.

Lihat juga contoh file lainnya pada daftar file berdasarkan label di bawah ini.

Loading...

Posting Komentar

 
Top